Totemochiisai shima-zima wa kazoenai no ga takusan arimasu. Minsoku mo takusan arimasu. Go hyaku gurai arimasukara, minsoku-go mo chigaimasu. Indonesia wa kirei na kuni desu. Kankouchi ga takusan arimasu. Nettai kuni de, kisetsu ga futatsu arimasu. Kanki no kisetsu ni shi gatsu kara kuu gatsu made kankousha ga ooku kimasu.
Padakesempatan kali ini kita akan bersama - sama belajar perbedaan kata ganti orang tunggal pertama seperti watashi, watakushi, dan boku . pembelajaran kali ini sangat penting karena kita bisa mengetahui kapan kita memakai watashi , watakushi , dan kapan memakai boku. Dalam kesempatan kali ini juga kita sudah mulai membuat kalimat sederhana
ContohPidato Bahasa Jepang Tema "Impianku" atau "Watashi no Yume" dan Terjemahannya Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Watashi wa bunka to yomu nowa tokui nan desu ga, kiku no wa heta desu. -2. Shourai, subarashii honyakusha ni naritain desu. Watashi wa kore
OrangJepang dikenal sangat selektif dalam menjaga kadar karbohidrat yang masuk dalam tubuhnya. Mereka juga selalu memvariasikan makanan yang mengandung karbohidrat. Tidak seperti kita yang memakan nasi 3 kali sehari, sebagian besar orang Jepang punya cukup banyak pilihan karbohidrat selain nasi, di antaranya udon (mie dari beras), soba (mie
Apabilaorang Jepang dalam posisi diperhatikan maka akan "hajiru" atau merasa malu. (Sakuta Koichi, 1972, 200-207). orang Jepang akan merasa malu bukan hanya ketika mandapat kritikan dari orang lain melainkan "wareware wo hajisaseru no wa isshuu tokubetsu no tsushi de aru" , yang berarti bahwa, "yang menimbulkan rasa malu itu adalah adanya
Inilah9 Prinsip Budaya Kerja Orang Jepang. ACT Consulting - Bila kita membahas tentang kedisiplinan dan komitmen untuk lakukan yang terbaik dalam bekerja, maka kita bisa jadikan budaya kerja bangsa Jepang sebagai panutan. Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki disiplin dan tingkat produktivitasnya tinggi. WA.: 0822 1000 4165
Namun tidak perlu khawatir karena kematian atau kesengsaraan, karena di negara Sakura ini sudah sangat menghindari penggunan angka 4 dan 9 menurut orang Jepang yang berbahaya.Termasuk untuk penggunaan nomor plat kendaraan, Pemerintah tidak akan memberikan angka 4 dan 9 pada nomor plat kendaraan, kecuali ketika Anda memang benar-benar menginginkannya.
Dp9L6wi. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 011131 UTC Host Error What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d7f2dce2c29b920 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Doesn’t he remind you of Jae Joong? I think it’s the lips… Guys, meet Ken, Jin’s friend who works in the kitchen of the same hospital. Kidding! The fact he’s time-traveling. Similar to Jin, he uses a pointed object as his means for survival. Jin might be high and honored with his scalpel in hand, but one can’t go far without food. Our time-traveling chef, Ken Yuta Tamamori, has his own Katana made by a friend he meets during the chaotic period. So what do I mean by he’s worst off than Jin? At least Jin has his memory intact, this pitiful boy does not possess any scrap of information about himself – who he is, and why he’s time-slipped. Even the name Ken comes from the mouth of an old man, who apparently time-traveled with him but dies in the first 5 minutes of episode 1. Episode 1 felt very random because we are not given any character background on our main character, Ken, while he’s shoved into sequences of scenes all hour long so I can understand. He simply opens his eyes and finds himself literally in the middle of a battle. After the old man who saved him dies, Ken falls off a cliff and chances upon a cross-dressed female, Natsu Mirai Shida. She calls herself a guy in order to pursue her dream profession – being the top blacksmith. Out of the kindness of her heart, she brings him home and takes in his ridiculous story. They are soon joined by Hideyoshi Toyotomi Gori, a warrior during the Sengoku period Warring States Period. The man demands food and Ken whips out several dishes made from the eel caught earlier in his pants funny scene. Impressed with the boy’s cooking, Toyotomi pleads with his lord, the brutal and ingenious initiator of the unification of Japan during the Sengoku period, Oda Nobunaga Mitsuhiro Oikawa. Suspicious of the boy’s background, Nobunaga locks Ken up in prison, where he meets a strange man of eloquent mysteries. Not before long, Nobunaga assigns a project to Ken and he easily wins the challenge, becoming Nobunaga’s personal chef, in charge of sprinkling new dishes for him every day. In the final two minutes of episode 1, we find out that the strange man who wanders around prison is Mitsuhide Akechi Goro Inagaki, the man who was responsible for the death of Nobunaga. Kap A Saw this drama on and decided to give it a try. Even though time-travel has been done to death already in Korea last year, this one is refreshing. Watching this makes me realize how cuisine changes through the course of history too. FOOD PORN, I hear some say. I’m hungry. AGAIN! I must say, I wasn’t captivated until the last few minutes when it’s revealed who the mysterious man was and his direct participation in betraying and killing Nobunaga. Note I’m not a history person so please kindly correct if I misinformed. It’s also interesting to note that he’s one of the first to believe in Ken’s story, that he’s a time-traveler. Their interaction tells you that Akechi’s a keen observer, someone Ken should keep a distance from, and also someone to stay close to, just in case. This also made me question why Ken’s identity is being veiled from us. Perhaps, he’s blood-related to Akechi descendents?. If written carefully, this would provide rich character conflicts down the line and up the stakes. I do hope it is so! So far, the cast is doing great, with the exception of the male lead. I find him quite stiff. The actor portraying Nobunaga also looks too comical, I don’t find his presence threatening enough as a powerful leader, although he looks fierce when he’s not bobbling his head. The girl who plays Natsu, while not a looker, is definitely adorable, and I love how she’s so brave in her conviction. I really want to see a little somethingsomething happening between her and Ken. C’mon, drama, don’t be stingy with me. Sprinkle some love in the kitchen, yea? Not a must watch for now but definitely watchable!
Contents1. Pola Kalimat2. Penjelasan3. 1. Pembentukan Predikat dalam Anak Kalimat Sebelum “koto” atau “no”4. 2. Struktur Kalimat Koto dan No5. 3. Perbedaan Penggunaan antara Koto dan No6. 3-1. Situasi yang Hanya Dapat Menggunakan 3-1-1. Sebagai Predikat KB wa [ Anak Kalimat + koto ] 3-1-2. Pola kalimat “KK koto ga xxx” 3-1-3. KK yang berkaitan dengan percakapan atau pemikiran7. 3-2. Situasi yang Hanya Dapat Menggunakan 3-2-1. KK 3-2-2. KK yang aksinya langsung terjadi di 3-2-3. Sebagai Sintaksis [ Anak kalimat + no ] wa KB desu Pola Kalimat Anak Kalimat Bentuk Biasa + {こと/の} Anak Kalimat Bentuk Biasa + {koto/no} Anak Kalimat yang dinominakan oleh {koto/no} Penjelasan Kata benda “koto” dan partikel “no” dapat digunakan untuk mengubah sebuah kalimat menjadi seperti kata benda. Pada dasarnya, anak kalimat dalam bahasa Jepang tidak dapat langsung menjadi sebuah unsur seperti subjek, objek, atau keterangan dalam kalimat. Namun, jika anak kalimat tersebut dibubuhkan dengan “koto” atau “no”, anak kalimat tersebut klausa nomina dapat berperan seperti sebuah kata benda, dan dapat berfungsi sebagai subjek, objek, keterangan, atau topik dalam kalimat. Dengan kata lain, kata benda “koto” dan partikel “no” dapat menominakan anak kalimat, dan anak kalimat tersebut dapat diperlakukan sebagai kata benda dalam berbagai pola kalimat. Pada dasarnya, “koto” dan “no” sering dapat dipertukarkan satu dengan yang lain. Namun, kedua kata tersebut tidak selalu dapat dipertukarkan juga. Penggunaan dan perbedaan “koto” dan “no” dijelaskan sebagai berikut di bawah. 1. Pembentukan Predikat dalam Anak Kalimat Sebelum “koto” atau “no” Predikat di depan {koto/no} dalam anak kalimat berbentuk bentuk biasa meskipun predikat dalam kalimat pokok kalimat belakang berbentuk baik bentuk halus maupun biasa. KK 食たべる/食たべない/食たべた/食たべなかった + {こと/の} tabe-ru/tabe-nai/tabe-ta/tabe-nakatta + {koto/no} KS-i 暑あつい/暑あつくない/暑あつかった/暑あつくなかった + {こと/の} atsu-i/atsu-ku nai/atsu-katta/atsu-ku nakatta + {koto/no} KS-na 元気げんきな/元気げんきではない/元気げんきだった/元気げんきではなかった + {こと/の} genki na/genki dewa nai/genki datta/genki dewa nakatta + {koto/no} ★KB こと 休やすみだというatau 休やすみである*/休やすみではない/休やすみだった/休やすみではなかった + こと yasumi dato iuatau, yasumi dearu/ yasumi dewa nai/ yasumi datta/yasumi dewa nakatta + koto の 休やすみな*/休やすみではない/休やすみだった/休やすみではなかった + の yasumi na/ yasumi dewa nai/ yasumi datta/yasumi dewa nakatta + no, ~ *perhatikan perubahan bentuk KB positif & non-lampau. 2. Struktur Kalimat Koto dan No Predikat di depan {koto/no} dalam anak kalimat berbentuk bentuk biasa, dan subjek dalam anak kalimat ditunjukkan dengan partikel “ga” bukan “wa”. ☆KB sebagai Objek [ 彼女かのじょ ] を 知しっています。 [ Kanojo ] o shitte i-masu. Saya tahu [ dia♀ ]. ★Anak Kalimat KK sebagai Objek [ 彼女かのじょは結婚けっこんしました。] + を知しっています。 = [ Kanojo wa kekkon shi-mashita. ] + o shitte i-masu. = [ Dia sudah menikah ] + Saya tahu bahwa xxx. = ↓ [ 彼女かのじょが結婚けっこんした {こと/の} ] を知しっています。 [ Kanojo ga kekkon shita {koto/no} ] o shitte i-masu. Saya tahu [ dia sudah menikah ]. ★Anak Kalimat KS-i sebagai Objek [ 彼女かのじょがやさしい {こと/の} ] を知しっています。 [ Kanojo ga yasashi-i {koto/no} ] o shitte i-masu. Saya tahu [ dia ramah ]. ★Anak Kalimat KS-na sebagai Objek [ 彼女かのじょがまじめな {こと/の} ] を知しっています。 [ Kanojo ga majime na {koto/no} ] o shitte i-masu. Saya tahu [ dia jujur ]. ★Anak Kalimat KB sebagai Objek [ 彼女かのじょが 日本人にほんじんであること/日本人にほんじんなの ] を知しっています。 [ Kanojo ga {Nihon-jin dearu koto / Nihon-jin-na no} ] o shitte i-masu. Saya tahu [ dia adalah orang Jepang ]. Contoh Kalimat ★Anak Kalimat sebagai Subjek 昔むかしからここで働はたらく{こと/の}が 夢ゆめでした。 Mukashi kara koko de hataraku {koto/no} ga yume deshita. Sejak dulu, kerja di sini adalah mimpi saya. 学校がっこうで勉強べんきょうする{こと/の}が きみの仕事しごとです。 Gakkoo de benkyoo suru {koto/no} ga kimi no shigoto desu. Belajar di sekolah adalah pekerjaanmu. ★Anak Kalimat Sebagai Objek 日本にほんに行いかなかった{こと/の} を 後悔こうかいしています。 Nihon ni ika-nakatta {koto/no} o kookai shite i-masu. Saya menyesal saya tidak pergi ke Jepang. 彼女かのじょと結婚けっこんする{こと/の} を あきらめました。 Kanojo to kekkon suru {koto/no} o akirame-mashita. Saya sudah menyerah untuk menikah dengannya♀. ★Anak Kalimat Sebagai Keterangan 彼かれが外国がいこくの大学だいがくに行いく{こと/の} に 反対はんたいします。 Kare ga gaikoku no daigaku ni iku {koto/no} ni hantai shi-masu. Saya menentang dia♂ pergi belajar di luar negeri. 上司じょうしを説得せっとくする{こと/の} に 成功せいこうしました。 Jooshi o settoku suru {koto/no} ni seekoo shi-mashita. Saya berhasil membujuk atasan. ★Anak Kalimat Sebagai Topik 漢字かんじが難むずかしい{こと/の}は 知しっています。 Kanji ga muzukashi-i {koto/no} wa shitte i-masu. Saya tahu kanji itu susah. 彼女かのじょが {日本人にほんじんであること/日本人にほんじんなの} は、みんなが知しっています。 Kanojo ga {Nihon-jin dearu koto/Nihon-jin na no} wa minna ga shitte i-masu. Semua orang tahu dia adalah orang Jepang. 3. Perbedaan Penggunaan antara Koto dan No “Koto” dan “no” tidak selalu dapat dipertukarkan satu dengan yang lain, dan terdapat juga situasi yang harus menggunakan “koto”, atau pun “no” tergantung pada konteks kalimatnya. 3-1. Situasi yang Hanya Dapat Menggunakan Koto 3-1-1. Sebagai Predikat KB wa [ Anak Kalimat + koto ] desu. Jika anak kalimat ditempatkan pada predikat, maka anak kalimat tersebut harus dibubuhkan dengan “koto”. Pada dasarnya, pola kalimat ini adalah “KB1 wa KB2 desu KB1 adalah KB2”. 私わたしの趣味しゅみは、バドミントンをする{○こと/×の}です。 Watashi no shumi wa badominton o suru {○koto/×no} desu. Hobi saya adalah bermain bulu tangkis. 私わたしの夢ゆめは、アメリカ人じんのアーティストと結婚けっこんする{○こと/×の}です。 Watashi no yume wa Amerika-jin no aatisuto to kekkon suru {○koto/×no} desu. Mimpi saya adalah menikah dengan artis orang Amerika. 3-1-2. Pola kalimat “KK koto ga xxx” Penggunaan “koto” di bawah telah menjadi pola kalimat yang tetap. KK + koto ga dekiru dapat KK 彼かれはフランス語ごを話はなす{○こと/×の}が できます。 Kare wa Furansu-go o hanasu {○koto/×no} ga deki-masu. Dia♂ bisa berbicara dengan bahasa Prancis. KK + koto ga aru pernah KK 私わたしは日本にほんに行いった{○こと/×の}が ありません。 Watashi wa Nihon ni itta {○koto/×no} ga ari-masen. Saya tidak pernah pergi ke Jepang. KK + koto ni suru Memutuskan melakukan KK 来月らいげつ、日本にほんに行いく{○こと/×の}に しました。 Raigetsu, Nihon ni iku {○koto/×no} ni shi-mashita. Saya memutuskan akan pergi ke Jepang bulan depan. KK + koto ni naru Diputuskan melakukan KK 来年らいねん、仕事しごとでアメリカに行く{○こと/×の}に なりました。 Rainen, shigoto de Amerika ni iku {○koto/×no} ni nari-mashita. Sudah diputuskan bahwa saya akan pergi dinas ke Amerika. 3-1-3. KK yang berkaitan dengan percakapan atau pemikiran Jika kata kerja dalam kalimat pokok predikat yang paling belakang merupakan kata kerja yang berkaitan dengan percakapan atau pemikiran, anak kalimat tersebut cenderung dibubuhkan dengan “koto”. Contoh kata kerja jenis ini sebagai berikut di bawah. 話はなすhanasu berbicara、発表はっぴょうするhappyoo suru、伝つたえるtsutaeru、約束やくそくするyakusoku suru、教おしえるoshieru、知しらせるshiraseru、命令めいれいするmeeree suru、頼たのむtanomu、要求ようきゅうするyookyuu suru、祈いのるinoru、考かんがえるkangaeru、信しんじじるshinjiru、疑うたがうutagau、理解りかいするrikaisuru、反省はんせいするhansee suru, dll 明日あすの会議かいぎが中止ちゅうしになった{○こと/△の}を 社員しゃいんに伝つたえてください。 Asu no kaigi ga chuushi ni natta {○koto/△no} o shain ni tsutaete kudasai. Tolong sampaikan kepada para karyawan bahwa rapat besok dibatalkan. シンタさんには恋人こいびとがいる{○こと/△の}を ケンさんに教おしえてあげました。 Sinta-san ni-wa koibito ga iru {○koto/△no} o Ken-san ni oshiete age-mashita. Saya memberi tahu Ken bahwa Sinta sudah punyai pacar. 来週らいしゅうまでに借金しゃっきんを返かえす{○こと/△の}を 約束やくそくしました。 Raishuu made ni shakkin o kaesu {○koto/△no} o yakusoku shi-masu. Saya berjanji akan melunasi utang paling lambat minggu depan. 将来しょうらい、バリ島とうに住すむ{○こと/△の}を 考かんがえています。 Shoorai, Bali-too ni sumu {○koto/△no} o kangaete i-masu. Saya sedang berpikir bahwa saya akan tinggal di Bali pada masa depan. 3-2. Situasi yang Hanya Dapat Menggunakan No 3-2-1. KK Pancaindra Jika, kata kerja dalam kalimat pokok predikat yang paling belakang merupakan kata kerja yang berkaitan dengan pancaindra seperti 見みるmiru melihat, 見みえるmieru terlihat, 聞きくkiku mendengar, 聞きこえるkikoeru terdengar, 感かんじるkanjiru merasa, 見物けんぶつするkenbutsu-suru bertamasya melihat-lihat objek, dsb, maka anak kalimat tersebut harus dibubuhkan dengan “no”. Pada umumnya, aksi melalui pancaindra dirasakan di tempat secara langsung. スリが財布さいふを盗ぬすんだ{×こと/○の}を 見みました。 Suri ga saifu o nusunda {×koto/○no} o mi-mashita. Saya melihat pencopet mencuri dompet. コオロギが鳴ないている{×こと/○の}が 聞きこえます。 Koorogi ga naite iru {×koto/○no} ga kikoe-masu. Terdengar suara jangkrik yang berbunyi. 地震じしんで地面じめんが揺ゆれている{×こと/○の}を 感かんじました。 Jishin de jimen ga yurete iru {×koto/○no} o kanji-mashita. Saya merasa bumi bergoyang karena gempa bumi. 3-2-2. KK yang aksinya langsung terjadi di tempat Jika kata kerja dalam kalimat pokok predikat yang paling belakang menunjukkan aksi yang terjadi di tempat secara langsung seperti 待まつmatsu menunggu, 手伝てつだうtetsudau membantu, 助たすけけるtasukeru menolong, 急いそぐisogu bergegas, 遅おくれるokureru terlambat, 止とめるtomeru menghentikan, 邪魔じゃまするjama suru mengganggu, dll, maka anak kalimat tersebut cenderung dibubuhkan dengan “no”. ケンさんが来くる{△こと/○の}を 待まっています。 Ken-san ga kuru {△koto/○no} o matte i-masu. Saya menunggu Ken datang. 母ははが花はなに水みずをやる{△こと/○の}を 手伝てつだいました。 Haha ga hana ni mizu o yaru {△koto/○no} o tetsudai-mashita. Saya membantu ibu saya menyiram bunga. 会社かいしゃに着つく{△こと/○の}が 遅おくれました。 Kaisha ni tsuku {△koto/○no} ga okure-mashita. Saya terlambat tiba di kantor. 彼かれは、彼女かのじょがケンさんと結婚けっこんする{△こと/○の}を 邪魔じゃましました。 Kare wa kanojo ga Ken-san to kekkon suru {△koto/○no} o jama shi-mashita. Dia♂ mengganggu pernikahannya♀ dengan Ken. 3-2-3. Sebagai Sintaksis [ Anak kalimat + no ] wa KB desu Pola kalimat Anak KalimatBentuk BiasaのはKBです Anak Kalimat Bentuk Biasano wa KB desu Apa yang dijelaskan dalam anak kalimat adalah KB Penjelasan Jika anak kalimat diletakkan di bagian depan kalimat tempat topik dalam pola kalimat “KB1topik wa KB2 desu”, maka predikat dalam anak kalimat tersebut harus dibubuhkan dengan partikel “no”, dan anak kalimat tersebut ditunjukkan dengan penanda topik “wa”. Pola kalimat ini digunakan untuk menyoroti kata benda yang diterangkan oleh topik anak kalimat sebagai predikat utama. Contoh デウィさんは昨日きのう、バッソを食たべました。 Dewi-san wa kinoo bakso o tabe-mashita. Dewi makan bakso kemarin. ★→Menyoroti “Dewi-san” 昨日きのう、バッソを食たべた{×こと/○の}は、デウィさんです。 Kinoo bakso o tabeta {×koto/○no} wa Dewi-san desu. Yang makan bakso kemarin adalah Dewi. ★→ Menyoroti “bakso” デウィさんが昨日きのう食たべた{×こと/○の}は、バッソです。 Dewi-san ga kinoo tabeta {×koto/○no} wa bakso desu. Yang dimakan Dewi kemarin adalah bakso. ★→ Menyoroti “kinoo” デウィさんがバッソを食たべた{×こと/○の}は、昨日きのうです。 Dewi-san ga bakso o tabeta {×koto/○no} wa kinoo desu. Waktu Dewi makan bakso adalah kemarin. orinpikkuolympic Olimpide kin-medarumedal medali emas
Kode telepon Jepang – Bagaimana cara melakukan panggilan telepon ke luar negeri? Selain nomor telepon yang dituju, untuk bisa menelepon ke luar negeri dibutuhkan kode negara. Nah kali ini akan dijelaskan kode telepon Jepang serta cara menelepon ke Jepang yang benar dan merupakan salah satu negara di Asia Timur. Negara ini beribukota di Tokyo. Jepang dikenal sebagai salah satu negara maju. Kemajuan teknologi Jepan sudah diakui dunia. Banyak perangkat teknologi yang kita gunakan sehari-hari berasal dari Jepang, baik itu ponsel, laptop, TV, konsol game dan alat elektronik juga banyak menyerap lapangan kerja bagi warga asing, termasuk warga Indonesia. Selain itu banyak juga mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang. Artinya banyak warga Indonesia yang menetap di Jepang. Tak heran jika banyak orang Indonesia yang melakukan panggilan ke Jepang untuk menelepon keluarga atau temannya yang sedang di melakukan panggilan internasional, dibutuhkan kode telepon negara yang dituju. Jadi misal kita akan menelepon ke Jepang, maka kita harus tahu kode telepon Jepang secara internasional. Jika tidak maka panggilan telepon tidak akan bawah ini akan dijelaskan mengenai cara menelepon ke Jepang menggunakan kombinasi kode negara serta nomor telepon yang akan dihubungi.baca juga kode telepon SingapuraKode telepon internasional umumnya menggunakan dua atau tiga digit angka dengan tanda plus + di depannya. Nantinya kode ini dimasukkan di depan nomor telepon menggantikan angka 0 yang biasa ada di depan tiap nomor telepon yang terdaftar. Berikut adalah kode telepon Jepang dan cara menelepon ke telepon Jepang +81Cara Telepon ke Jepang yang BenarBerikut merupakan langkah-langkah melakukan panggilan telepon ke Jepang lewat ponsel secara umum, tanpa menggunakan paket telepon dari masing-masing Tekan +81 selaku kode panggilan Jepang2. Masukkan nomor telepon di Jepang yang dituju setelah kode negara3. Misalnya nomor telepon yang akan dituju adalah 081234567890,maka nomor telepon yang dimasukkan adalah kode negara + nomor telepon 81 812345678904. Catatan untuk menghilangkan angka 0 di depan nomor telepon awal, kemudian gabung semuanya tanpa spasi. Jika langkah-langkah dilakukan dengan benar, maka panggilan telepon ke Jepang akan bisa dilakukan dengan tepat dan lancar*nomor telepon yang tertera di atas hanya sebagai contoh saja secara acak untuk tujuan memudahkan penyampaian informasiNah demikianlah penjelasan mengenai kode telepon negara Jepang serta cara melakukan panggilan telepon ke Jepang yang baik dan benar, 100% working. Dengan mengetahui kode negara, maka kita bisa melakukan panggilan internasional dengan benar. Semoga info kode negara Jepang tersebut bisa bermanfaat.
Penggunaan partikel dalam bahasa Jepang adalah salah satu tantangan dalam belajar bahasa Jepang yang bisa bikin pembelajarnya kejang-kejang. Ya jenisnya banyak, penggunaannya mirip-mirip pula! Oke, kali ini WeXpats akan bantu kamu untuk membedakan jenis partikel dalam bahasa Jepang. Setelah paham partikel bahasa Jepang, dijamin bikin kalimat bukan lagi hal sulit! Daftar Isi Pengertian Partikel Bahasa Jepang (助詞) Partikel Bahasa Jepang Wa(は) Partikel Bahasa Jepang Ga(が) Partikel Bahasa Jepang No(の) Partikel Bahasa Jepang Wo(を) Pengertian Partikel Bahasa Jepang (助詞) Partikel atau Joshi (助詞)adalah satu bagian dari grammar bahasa Jepang yang tidak bisa disepelekan penggunaannya. Setiap partikel memiliki pengertian dan penekanan yang berbeda. Saking banyaknya jenis partikel dalam bahasa Jepang, terkadang bikin pusing. Untuk mempermudah penggunaannya, beberapa ahli bahasa mengelompokkan penggunaan partikel bahasa Jepang. Meskipun pengelompokannya berbeda tergantung ahli bahasanya, secara garis besar partikel atau joshi dibagi menjadi beberapa bagian berikut Partikel penanda kejadian kaku-joshi・格助詞)➝ ga, no, ni, wo, he, de, to, kara, yori Partikel penanda kesejajaran heiritsu-joshi・並立助詞)➝ no, ka, ya, ni, to, yara, dano, nari Partikel akhir kalimat shuu-joshi・終助詞 ➝ no, ka, ya, na, wa, tomo, kashira, kamo, zo Partikel interjeksi kantou-joshi・間投助詞)➝ sa, ne, yo Partikel adverbia fuku-joshi・副助詞)➝ made, dake, hodo, kurai, bakari, nari, yara, nado Partikel pengikat kakari-joshi・係助詞)➝ wa, mo, demo, shika, koso, sae, dani Partikel konjungsi setsuzoku-joshi・接続助詞)➝ ya, ga, te, ba, noni, node, kara, tokoroga, keredemo, tsutsu, shite Karena ada sebanyak ini, di part 1, WeXpats akan menjelaskan tentang partikel-partikel dasar yang paling sering digunakan dalam kalimat standar. Artikel Pilihan Partikel Bahasa Jepang Wa(は) Patikel “wa” biasa ditulis dengan hiragana HA(は)memiliki beberapa fungsi sebagai partikel. Wa memberi tahu topik kalimat, atau bagian dari kalimat dan paragraf. Mari kita lihat penggunaannya sebagai berikut! 1.Wa sebagai penanda subjek atau topik kalimat 私はインドネシア人です。 watashi wa Indonesia jin desu = Saya adalah orang Indonesia Di sini ditunjukkan bahwa yang orang Indonesia adalah saya. Dari sini ada kemungkinan untuk melanjutkan pembicaraan tentang saya. 2.Wa sebagai penegasan Coba bedakan dua kalimat berikut ご飯を食べました。 Gohan wo tabemashita = Saya sudah makan nasi ご飯は食べました。 Gohan wa tabemashita = Saya sudah makan nasi Arti kalimatnya sama, hanya saja yang satu menggunakan partikel “wo”, yang satu menggunakan partikel “wa”. Kalimat pertama hanya sekadar menginformasikan kepada lawan bicara bahwa saya sudah makan. Kalimat yang menggunakan “wa” lebih menekankan “kalau nasi sih, saya sudah makan” tapi mungkin kalau cemilan belum makan. 3.Wa sebagai penanda hal yang kontras コーヒーは好きですが、お茶は好きではありません。 Koohii wa suki desu ga, ocha wa suki dewa arimasen = saya suka kopi, tapi tidak suka teh. このお店のケーキは美味しいですが、パンは不味いです。 Kono omise no keeki wa oishii desu ga, pan wa mazui desu = Kue di toko ini enak, tapi rotinya hambar. Partikel Bahasa Jepang Ga(が) Banyak orang kebingungan untuk membedakan penggunaan wa dan ga. Penggunaan kedua partikel ini memang sangat tricky. Ga lebih sering digunakan untuk menunjukkan siapa/apa tokoh utama dalam kalimat tersebut. 1.Ga sebagai penanda subjek dari kalimat intransitif kalimat yang tidak membutuhkan objek 桜が咲いた(Sakura ga saita = Bunga sakura mekar 雨が降る(Ame ga furu = Hujan akan turun 2.Ga sebagai penunjuk keberadaan Ada dua pola untuk menunjukkan keberadaan sesuatu. Gunakan ~ga arimasu ~があります) untuk menunjukkan keberadaan benda mati, dan ~ga imasu ~がいます)untuk keberadaan makhluk hidup. 机の上に本があります。(Tsukue no ue ni hon ga arimasu = Ada buku di atas meja 教室に先生がいます。 Kyoushitsu ni sensei ga imasu = Ada guru di kelas Penggunaan ga sebelum arimasu/imasu sudah menjadi “paket” yang tidak bisa dipisahkan. 3.Ga sebagai penegasan この飴が美味しいです!(Kono ame ga oishii desu! = Permen ini enak! Yang ditegaskan di sini adalah permen. Permen ini paling enak di antara yang lain. 4.Ga sebagai kata ganti subjek kalimat tanya 何が甘いですか。Nani ga amai desuka = apa yang manis? どこがいたいですか。(Doko ga itai desuka = di mana yang sakit? Partikel Bahasa Jepang No(の) Partikel no secara umum adalah partikel yang menunjukkan kepemilikan. Tapi ternyata tidak hanya kepemilikan, no bisa berubah fungsi tergantung posisi dan kata-kata yang melekat pada partikel ini. 1.No sebagai penunjuk kepemilikan 私の彼氏(Watashi no kareshi = pacar saya 先生の鞄 Sensei no kaban = tas milik sensei あなたの笑顔 Anata no egao = senyumanmu 2.No sebagai perangkai dua kata benda. Dengan penggunaan ini, kata benda pertama menjelaskan atau melengkapi kata benda setelahnya. Contohnya 先生です → Guru. Ketika ingin melengkapi informasi, dia guru apa? 数学の先生(Suugaku no sensei = Guru matematika 夏です ➝ Musim panas. Kita ingin lebih tau informasinya musim panas di mana? 日本の夏(Nihon no natsu = Musim panas Jepang 3.No sebagai penunjuk posisi 椅子の下(Isu no shita = di bawah kursi 私の前(Watashi no mae = di depan saya 鞄の中(Kaban no naka = di dalam tas 4.No di akhir kalimat kasual sebagai penekanan 昨日カレーを食べたの!(Kinou karee wo tabeta no = Kemarin aku makan sushi, loh! そうなの!(Sounano = iya gitu loh! 試験が難しかったの。Shiken ga muzukashikatta no = Ujiannya susah banget deh Biasanya penggunaan no di akhir kalimat mengimplikasikan bahwa si pembicara mengharapkan respon dari lawan bicaranya. Partikel Bahasa Jepang Wo(を) Partikel wo ditulis dengan huruf を dalam hiragana. Tapi saat diucapkan secara lisan, cukup membacanya seperti kamu mengucapkan huruf alfabet o. Wo juga punya beberapa kegunaan meskipun secara umum Wo menerangkan objek dari kata kerja dalam satu kalimat atau frasa. 1.Wo sebagai penunjuk objek 音楽を聞きます Ongaku wo kikimasu = mendengarkan musik バナナを食べます(Banana wo tabemasu = makan pisang 手紙を書きます(Tegami wo kakimasu = menulis surat 2.Wo sebagai penanda lokasi kata kerja intransitif kata kerja yang tidak membutuhkan objek 高校を卒業します(koukou wo sotsugyou shimasu = lulus dari SMA 家を出ます Ie wo demasu = keluar rumah Di sini ada contoh kalimat yang menarik 公園で散歩します(Kouen de sanpo shimasu = jalan-jalan di taman 公園を散歩します(Kouen wo sanpo shimasu = jalan-jalan di taman Artinya dalam bahasa Indonesia sama-sama “jalan-jalan di taman”. Tapi kok penggunaan partikelnya beda? Ternyata beda penggunaan partikel ini juga berpengaruh pada suasana kalimatnya. Kouen DE sanpo suru → menunjukkan kegiatan berjalan-jalan hanya di taman tersebut Kouen WO sanpo suru → menunjukkan kegiatan berjalan-jalan dari tempat tujuan menuju taman. Atau ada suasana taman ini tidak terlalu besar sehingga berjalan-jalan di sini bisa juga diterjemahkan sebagai “mengitari” taman. 3.Wo sebagai penanda pekerjaan atau jabatan Sebenarnya penggunaan ~desu pun sudah cukup untuk menyatakan apa pekerjaanmu. Tapi menggunakan kalimat yang lebih advance akan membuat tabungan kosakata dan penggunaan grammar berkembang. Contoh dari perbedaanya 母は弁護士です。Haha wa bengoushi desu = Ibu saya adalah seorang pengacara 母は弁護士をしています。 Haha wa bengoushi wo shitemasu = Ibu saya bekerja/berprofesi sebagai pengacara 姉はデザイナーです。Ane wa dezainaa desu = Kakak perempuan saya adalah seorang designer. 姉はデザイナーをしています。 Ane wa dezainaa wo shiteimasu = Kakak perempuan saya bekerja/berprofesi sebagai designer. Gimana? Sudah dapat gambaran garis besarnya tentang penggunaan keempat partikel di atas? Di pembahasan partikel part 2, WeXpats akan menjelaskan partikel-partikel yang digunakan untuk menunjukkan arah, tujuan, dan partikel yang bisa digunakan untuk menggabungkan kalimat. Selamat belajar! Baca juga:Wasei Eigo Lucunya Bahasa Inggris Hasil Buatan Orang Jepang
no wa orang jepang