Jangkasorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. Ketelitian skala utama adala 0,1 cm dan ketelitian skala nonius adalah 0,01 cm. Berdasarkan gambar, diketahui nilai skala utama adalah 2,2 cm dan skala nonius menunjukkan angka 6 sehingga : Perhatikanhasil pengukuran panjang dengan jangka sorong berikut ini. 1 months ago. Komentar: 0. Dibaca: 16. Share. Bagian-bagian jangka sorong terdiri dari skala baca yang tercetak pada badan alat ini (sama seperti skala baca/angka-angka di penggaris) yang dapat diatur berdasarkan letak "rahang" jangka sorong; terdapat dua pasang 13 Cara Menggunakan Jangka Sorong. 1.3.1 Dengan Mengetahui Bagian-Bagian Jangka Sorong. 1.3.2 Dengan Mengetahui Skala Jangka Sorong. 1.3.3 Bersihak Jangka Sorong Dan Benda Sebelum Digunakan. 1.3.4 Menutup Rahang Jangka Sorong. 1.3.5 Mengendurkan Sekrup Pengukur. 1.3.6 Geser Salah Satu Rahang Jangka Sorong. Berikutjawaban yang paling benar dari pertanyaan: Perhatikan skala hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong berikut. Langsung ke isi. Jawaban Pertanyaan Menu. Menu. Februari 11, 2022 oleh zahsya salsabila. Perhatikan skala hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong berikut? 1,07 cm; 1,17 cm; 1,32 cm; 1,03 cm; Semua jawaban Jangkasorong memiliki ketelitian hingga 0,1 mm. Hasil ukur = skala utama + skala nonius hasil ukur = 2,20 cm + 0,08 cm hasil ukur = 2,28 cm. Jangka Sorong Pengertian, Sejarah, BagianBagian, Cara Jadi, skala utama yang terukur adalah 21 mm atau 2,1 cm. Perhatikan skala hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong berikut. Jumlah Perhatikanskala hasil pengukuran jangka sorong berikut - 17891839 EdSpark EdSpark 26.09.2018 satuan dan dimensi Jawaban: Perhatikan gambar, untuk membaca jangka sorong, kita cari nilai skala utama dengan membaca skala utama terbesar yang paling dekat dengan angka nol pada skala nonius yakni 2,2 cm. Situs ini menggunakan cookie Perhatikanskala hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong berikut? 1,07 cm; 1,17 cm; 1,32 cm; 1,03 cm; Semua jawaban benar; Jawaban: B. 1,17 cm. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, perhatikan skala hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong berikut 1,17 cm. FBp7Rxh. Contoh-contoh Soal Jangka Sorong dan Jawabannya Lengkap – Bagi kamu yang masih di bangku sekolah, ada banyak hal yang perlu untuk dipelajari untuk membantu proses pembelajaran yang sedang dilakukan. Salah satunya, yaitu dengan mahir dapat menggunakan jangka sorong atau juga bisa menggunakan mikrometer sekrup sebagai alat ukur untuk mengetahui jarak, kedalaman, dan juga diameter. Simak bagaimana cara yang tepat untuk dapat menggunakan alat ini beserta contoh soal jangka sorong untuk membantu kamu memahami pelajaran satu ini. Fungsi untuk Penggunaan Alat Jangka Sorong Daftar IsiFungsi untuk Penggunaan Alat Jangka Sorong Pengenalan Bagian Pada Alat Jangka Sorong Cara Mudah Menggunakan Alat Jangka Sorong Cara Tepat Membaca Jangka Sorong dengan Mudah Berbagai Contoh Soal Jangka Sorong Lengkap serta Jawabannya Penutup Daftar Isi Fungsi untuk Penggunaan Alat Jangka Sorong Pengenalan Bagian Pada Alat Jangka Sorong Cara Mudah Menggunakan Alat Jangka Sorong Cara Tepat Membaca Jangka Sorong dengan Mudah Berbagai Contoh Soal Jangka Sorong Lengkap serta Jawabannya Penutup Getty Images/gresei Jangka sorong merupakan sebuah alat yang digunakan untuk dapat mengukur adanya panjang, kedalaman, jarak, hingga juga diameter dari sebuah objek. Tingkat akurasi dan presisi yang dimiliki oleh alat ini cukup tinggi, yaitu sekitar 0,05 mm. Oleh karena itu, alat ini seringkali digunakan untuk membantu dalam melaksanakan perencanaan dalam bidang industri engineering. Selain itu, alat satu ini juga cukup mudah untuk dibawa dan digunakan sehingga bukan sebuah hal baru jika banyak yang menggunakannya. Pada beberapa bidang, jangka sorong sendiri justru lebih senang untuk digunakan dalam pengukuran dibandingkan dengan menggunakan penggaris. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari jangka sorong atau juga dikenal dengan nama vernier caliper diantaranya Digunakan untuk membantu mengukur ketinggian dari sebuah benda atau objek yang bertingkat. DIgunakan untuk mengukur ketebalan dari sebuah benda. Biasanya objek yang diukur ini dapat berupa bulat, kubus, balok, bujur sangkar, persegi, dan berbagai bentuk yang lainnya. Digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap ring atau bagian dalam dari sebuah benda atau objek. Digunakan untuk mengukur outer ring atau juga dikenal dengan bagian luar dari sebuah benda atau objek. DIgunakan untuk mengetahui kedalaman dari sebuah benda atau objek yang digunakan. Berbagai fungsi yang dimiliki di atas akan lebih mudah untuk dipahami setelah melihat contoh soal jangka sorong. Hal ini karena tentu jika dibayangkan saja maka pemahaman hanya akan sebatas teori yang telah disampaikan. Maka dari itu, kamu perlu juga untuk melakukan praktek pengukuran jika memang memungkinkan untuk menggunakan alatnya. Cara ini dapat membantu untuk memperdalam pemahaman akan fungsi yang dimiliki dari alat ukur satu ini. Pengenalan Bagian Pada Alat Jangka Sorong Setelah memahami fungsi apa saja yang dimiliki oleh alat ukur satu ini, pada pembahasan ini akan dijelaskan terkait dengan bagian yang ada. Sama seperti alat pada umumnya, jangka sorong juga memiliki bagian dengan fungsinya masing-masing untuk dapat digunakan. Jika hanya melihat contoh soal jangka sorong saja, maka pemahaman juga mungkin tidak terlalu dalam. Maka dari itu, pahami dan perhatikan penjelasan yang ada di bawah ini. Sesuai dengan gambar yang diberikan di atas, berikut ini penjelasan bagian dari jangka sorong diantaranya Bagian rahang dalam. Terdiri dari dua jenis rahang yaitu rahang geser dan tetap. Fungsi dari rahang dalam yaitu untuk mengukur diameter luar serta ketebalan yang ada pada benda. Bagian rahang luar. Terdiri dari dua jenis rahang seperti yang ada pada rahang dalam. Fungsi rahang luar dapat digunakan untuk mengukur diameter yang ada di dalam benda. Bagian depth probe. Fungsinya untuk dapat mengukur kedalaman yang ada pada sebuah benda. Bagian skala utama cm. Fungsinya untuk dapat mengetahui hasil pengukuran utama yang menggunakan skala ukuran dalam cm. Bagian skala utama inchi. FUngsinya untuk mengetahui hasil dari pengukuran dalam skala ukuran inchi. Bagian skala nonius ukuran dalam 1/10 mm. Setiap garis skala yang ada menunjukkan ukuran 1/10 mm. Namun, ada juga jangka sorong yang menggunakan skala 1/20 dan masih banyak lagi. Perbedaan skala yang dimiliki oleh skala utama dan nonius yaitu sebesar 0,1 mm atau 0,01 cm. Bagian skala nonius dalam inchi. Fungsinya untuk dapat menunjukkan skala pengukuran yang ada pada fraksi inchi. Bagian tombol pengunci. Fungsinya untuk dapat menahan bagian yang bergerak sehingga pengukuran akan lebih mudah untuk dilakukan. Cara Mudah Menggunakan Alat Jangka Sorong Tidak hanya mengetahui contoh soal jangka sorong saja, tetapi agar dapat menjawabnya kamu juga perlu mengetahui cara menggunakan alat ini. Berikut ini langkah mudah untuk dapat menggunakan jangka sorong diantaranya Pastikan rahang yang sedang dalam keadaan tertutup menunjukkan bagian angka nol. Kemudian, kamu dapat mengendurkan pada bagian baut pengunci terlebih dahulu. Setelah itu, pada bagian rahang digeser dengan perlahan sesuai dengan ukuran benda yang akan diukur. Bersihkan pada bagian permukaan yang ada pada rahang serta benda yang akan diukur. Pastikan bahwa tidak ada kotoran yang menempel pada keduanya karena dapat mengganggu proses pengukuran. Selain itu, kotoran yang menempel juga dapat mempengaruhi hasil dari pengukuran yang dilakukan. Benda yang diukur diletakkan tepat pada bagian yang tersedia dengan cara diapit oleh rahang. Kemudian, rahang yang terbuka kembali untuk ditutup hingga rapat menyesuaikan dengan benda tersebut. Hitung skala yang tertera pada alat jangka sorong untuk mengetahui hasil dari pengukuran yang dilakukan. Cara Tepat Membaca Jangka Sorong dengan Mudah Setelah mengetahui cara yang mudah untuk dapat menggunakan jangka sorong, maka perlu juga untuk kamu tahu bagaimana cara membaca jangka sorong. Membaca hasil pengukuran merupakan salah satu bagian yang utama dan menjadi paling penting dalam proses ini. Mengetahui cara membaca ini juga dapat membantu kamu untuk dapat mengerjakan contoh soal jangka sorong dengan mudah. Pada dasarnya, terdapat dua cara untuk membaca skala hasil pengukuran pada jangka sorong yaitu menggunakan skala utama dan nonius. Berikut ini penjelasan terkait dengan pembacaan hasil skala pengukuran pada jangka sorong diantaranya Pembacaan skala utama. Pada gambar di atas, lihat pada garis merah yang paling mendekati dari garis angka nol, tepat di sebelah kanannya. Artinya, skala utama yang diukur yaitu sebesar 21 mm atau 2,1 cm. Pembacaan skala nonius. Pada gambar di atas, terdapat satu garis lurus dari skala utama dan nonius yang terbentuk. Garis lurus yang ada tersebut berada pada angka 3 di dalam skala nonius. Artinya, skala nonius yang terukur yaitu sebesar 0,3 mm atau 0,03 cm. Agar kamu mendapatkan hasil akhir dari pengukuran, maka hasil dari kedua skala tersebut dapat ditambahkan. Hasilnya yaitu 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau juga dibaca 2,13 cm. Mudah, bukan? Berbagai Contoh Soal Jangka Sorong Lengkap serta Jawabannya Berikut ini terdapat beberapa contoh soal jangka sorong yang dapat kamu perhatikan dan pahami penjelasannya, diantaranya Contoh Soal Nomor 1 Terdapat sebuah balok yang sedang diukur ketebalannya menggunakan alat jangka sorong. Skala yang dihasilkan seperti yang ada pada gambar di atas. Berapa cm hasil dari pengukuran yang telah dilakukan? Pembahasan jawabanBesar skala utama = 3,7 cmBesar skala nonius = 0,03 cmHasil pengukuran = 3,7 cm + 0,03 cm = 3,73 cm Contoh Soal Nomor 2 Di atas merupakan hasil pengukuran diameter dari sebuah gelas. Berapa mm hasil pengukuran yang telah dilakukan? Penjelasan jawabanSkala utama = 1,1 cmSkala nonius = 0,065 cmHasil pengukuran = 1,1 cm + 0,065 cm = 1,165 cm atau 11,65 mm Contoh Soal Nomor 3 Tentukan berapa mm hasil dari pengukuran seperti yang tertera pada gambar di atas. Penjelasan jawabanSkala utama = 10 cmSkala nonius = 0,02 cmHasil pengukuran = 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm atau 100,2 mm Contoh Soal Nomor 4 Tentukan panjang balok seperti yang tertera dari hasil pengukuran di atas. Penjelasan jawabanSkala utama = 22 mmSkala nonius = 0,3 mmHasil pengukuran = 22 mm + 0,3 mm = 22,3 mm Contoh Soal Nomor 5 Berapa panjang dari benda yang telah terukur pada jangka sorong di atas? Penjelasan jawabanSkala utama = 68 mmSkala nonius = 0,6 mmHasil pengukuran = 68 mm + 0,6 mm = 68,6 mm atau 6,86 cm Penutup Itu tadi merupakan penjelasan terkait dengan contoh soal jangka sorong dan juga cara baca skala serta fungsinya yang lengkap. Kamu dapat terus meningkatkan kemampuan dalam pengukuran menggunakan alat ini dengan terus berlatih. Berbagai soal di atas dapat membantu kamu untuk meningkatkan pemahaman yang dimiliki atas penggunaan alat ukur tersebut. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat membantu kamu untuk menguasai kemampuan satu ini. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Hasil pengukuran dengan jangka sorong pada skala utama menunjukkan 58mm dan skala nonius menunjukkan angka hasil pengukurannya?? tolong bantu ya tmn* saya kira skala nya kebalik. Alat ukur jangka sorong/vernier caliperdiketahui skala utama = 58 mmskala nonius = 5 = 5 x 0,1 = 0,5penyelesaian su + sn 58 + 0,5 = 63 mm63 mm = 6,3 cm teimah kasih banyak ya!semoga dpt bernilai ibadah Untuk mengukur diameter kelereng dan kedalaman silinder, mistar atau penggaris aja nggak cukup untuk mengukurnya. Elo butuh alat ukur yang bernama jangka sorong. Apa dan gimana cara menghitung jangka sorong? Cari tahu caranya di sini, yuk! Di suatu ruang kelas, ketika jam istirahat. Anton “Jon, pinjem penggaris, dong!” Jono “Ah elah, elo kenapa, sih, pinjem mulu, bawa sendiri!” Anton “Iya, gue lupa, sini pinjem bentar, gue mau ngukur lebar kelereng, nih.” Lho, bentar, bentar. Menurut elo, ada yang aneh, nggak, dengan ucapan Anton? Serius dia mau mengukur lebar kereng pakai penggaris? Memangnya nggak susah, ya? Oke, gini, di sekolah, kita memang lebih sering menggunakan alat ukur berupa mistar atau penggaris. Hal ini dikarenakan bentuknya yang panjang, tipis, ringan, dan bisa digunakan untuk mengukur satuan panjang. Sehingga, lebih mudah untuk dibawa ke mana-mana. Namun, apakah penggaris bisa digunakan untuk mengukur lebar kelereng? Eh, mungkin maksudnya diameter kelereng, ya. Hmmm, gue ngebayanginnya susah, sih. Kalau begitu, alat ukur apa, dong, yang harus kita gunakan untuk mengukur diameter kelereng? Ternyata, ada sebuah alat ukur bernama jangka sorong, guys. Elo pernah dengar, nggak? Nah, benda yang paling tepat diukur menggunakan jangka sorong adalah diameter kelereng. Apa Itu Jangka Sorong?Bagian-Bagian Jangka Sorong dan KegunaannyaSejarah Singkat Penemuan Jangka SorongBagaimana Cara Menggunakan Jangka Sorong?Perbedaan Jangka Sorong dan Mikrometer SekrupContoh Soal Jangka Sorong dan Pembahasannya Apa Itu Jangka Sorong? Jangka sorong merupakan alat ukur panjang, sama seperti penggaris. Namun, kemampuannya jauh lebih tinggi daripada penggaris, guys. Beda level, deh. Jangka sorong itu bisa digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman suatu benda. Tapi, nggak berlaku untuk benda-benda yang besar, seperti lemari baju, ya, guys. Karena, jangka sorong hanya bisa mengukur suatu benda dengan panjang maksimal 20 cm. Oh iya, keunggulan jangka sorong dibandingkan dengan penggaris biasa juga terletak pada tingkat ketelitiannya. Ketelitian yang dimiliki jangka sorong adalah 0,01 cm, dengan begitu skala terkecil jangka sorong adalah 0,01 cm atau 0,1 mm. Sedangkan, penggaris memiliki tingkat ketelitian 0,1 cm, dengan skala terkecil 0,1 cm atau 1 mm. Baca Juga Materi Lengkap Besaran dan Satuan Fisika Bagian-Bagian Jangka Sorong dan Kegunaannya Apa kegunaan jangka sorong? Ada bagian-bagian apa saja pada jangka sorong? Nah, supaya makin jelas, elo bisa lihat gambar dan bagian-bagian jangka sorong berikut ini. Ini dia bagian-bagian jangka sorong, perhatikan baik-baik, ya! Arsip Zenius Untuk memahami masing-masing dari bagian di atas, elo bisa cek poin-poin berikut ini. Rahang dalam terdiri dari rahang atap tetap tidak bisa digeser dan rahang geser atas nah, ini yang bisa elo geser-geser untuk menyesuaikan ukuran bendanya. Rahang ini digunakan untuk mengukur diameter dalam. Misalnya, elo mau mengukur diameter dalam luar juga terdiri dari rahang tetap dan geser. Fungsinya untuk mengukur diameter luar, panjang, atau lebar suatu benda. Contohnya, lebar ukur kedalaman ini berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu benda. Contohnya, elo mau mengukur kedalaman gelas atau utama berfungsi untuk menyatakan hasil ukuran dengan cm sebagai nonius berfungsi untuk menambahkan tingkat akurasi pengukuran, dengan mm sebagai pengunci berfungsi sebagai penahan atau mengunci objek supaya nggak lepas dan bergeser saat pengukuran. Nah, elo bisa lihat contoh masing-masing rahang dan fungsinya berikut ini. Jangka sorong bisa digunakan untuk mengukur tiga hal ketebalan, rongga, dan kedalaman. Arsip Zenius Dari uraian di atas, kita jadi paham, nih, ternyata fungsi jangka sorong ada tiga, yaitu mengukur ketebalan atau diameter luar, rongga atau diameter bagian dalam, dan kedalaman suatu benda. Wah, satu alat punya tiga fungsi, paket lengkap banget, deh, si jangka sorong ini! Kalau dilihat dari fungsinya, kira-kira apa saja benda yang dapat diukur dengan jangka sorong? Yaps, elo bisa mengukur kelereng, pensil, cincin, tutup botol, silinder, dan gelas. Ngomong-ngomong, dari tadi kita udah bahas jangka sorong, nih. Tapi, elo penasaran, nggak, siapa penemu alat ukur canggih ini? Kita bahas, yuk! Baca Juga Pengukuran Tunggal dan Berulang Beserta Contoh Soalnya Sejarah Singkat Penemuan Jangka Sorong Kita coba flashback ke momen di mana jangka sorong pertama kali ditemukan. Elo tahu nggak, apa bahasa Inggrisnya jangka sorong? Bahasa Inggrisnya jangka sorong adalah vernier caliper. Kenapa gue nanya bahasa Inggrisnya? Karena, ada hubungannya dengan nama penemunya, guys. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, jangka sorong ditemukan oleh seorang ahli matematika asal Prancis bernama Pierre Vernier pada 1631. Nah, elo bisa mengingat kata vernier-nya, supaya ingat juga nama penemunya, ya. Ini dia penemu jangka sorong, Pierre Vernier. dok. Wikimedia Commons Ternyata, udah dari dulu jangka sorong digunakan di berbagai laboratorium dan pabrik manufaktur untuk QC quality control pengukuran. Hal itu karena ketelitiannya, sehingga pengukuran menjadi lebih akurat dan presisi dibandingkan hanya menggunakan mistar atau penggaris biasa. Misalnya, elo diminta untuk mengukur lebar suatu balok. Dari pengukuran tersebut, diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil pengukuran dari menghitung lebar balok. Arsip Zenius Gimana cara membaca jangka sorong? Elo perhatikan dulu skala utamanya. Hasil pengukuran skala utama adalah angka sebelum garis nol angka nonius. Dari gambar tersebut ditunjukkan oleh angka 2. Berarti, skala utamanya adalah 2, perhatikan skala noniusnya. Hasil pengukuran skala nonius adalah garis skala nonius yang berimpit dengan skala utama. Dari gambar, skala yang berimpit ditunjukkan oleh angka 2. Berarti skala noniusnya adalah 2. Nah, elo udah bisa membaca jangka sorong. Selanjutnya, gimana cara menghitung jangka sorong? Kita sudah memperoleh nilai dari masing-masing skalanya. Kemudian, nilai tersebut harus diapakan, sih? Cara menghitung jangka sorong adalah sebagai berikut. Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius x 0,01 cm Hasil pengukuran = 2 + 2 x 0,01 = 2 + 0,02 = 2,02 cm Jadi, hasil pengukuran lebar balok menggunakan jangka sorong adalah 2,02 cm. Baca Juga Cara Membaca Kaliper dengan Cepat Perbedaan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup Nah, dalam pengukuran lanjutan, elo nggak hanya mengenal tentang jangka sorong aja, guys. Melainkan juga alat ukur lainnya, yaitu mikrometer sekrup. Menariknya, masih banyak orang yang kebalik membedakan keduanya, lho. Apakah elo termasuk salah satunya? Lantas, apa perbedaan jangka sorong dan mikrometer sekrup? Perbedaan pertama bisa elo lihat dari bentuk alatnya. Kalau jangka sorong itu mirip paruh burung, sedangkan mikrometer sekrup punya rahang geser menyerupai huruf U. Nggak percaya? Nah, elo bisa lihat gambar jangka sorong dan mikrometer sekrup di bawah ini. Bisa dilihat perbedaan dari bentuk keduanya, kan? Arsip Zenius Perbedaan kedua dilihat dari tingkat ketelitiannya. Jangka sorong memiliki ketelitian 0,01 cm. Sedangkan, mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,001 cm. Manakah yang lebih baik dalam hal ketelitian? Utarakan pendapat elo di kolom komentar, yuk! Gimana, udah paham cara menghitung jangka sorong, kan? Uraian di atas juga bisa elo pelajari menggunakan video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini. Contoh Soal Jangka Sorong dan Pembahasannya Setelah mengetahui jangka sorong itu seperti apa, fungsinya untuk apa, dan gimana cara menghitungnya, sekarang saatnya kita masuk ke contoh soal. Kalau kamu udah bisa mengerjakan contoh soal di bawah ini, artinya elo udah paham dengan uraian di atas. Yuk, ah, langsung aja siapkan alat tulisnya! Contoh Soal 1 Hasil pengukuran dari jangka sorong berikut adalah … cm. A. 4,16. B. 4,06. C. 5,10. D. 4,15. E. 4,56. Jawab A. 4,16. Pembahasan Diketahui Skala utama = 4,1 nonius = 6 cm. Hasil pengukuran x = skala utama + skala nonius x 0,01 cm x = 4,1 + 6 x 0,01 cm x = 4,1 + 0,06 cm x = 4,16 cm Jadi, hasil pengukuran dari jangka sorong di atas adalah A. 4,16 cm. Contoh Soal 2 Di bawah ini merupakan fungsi dari jangka sorong, kecuali…. A. Mengukur kedalaman gelas. B. Menghitung diameter cincin. C. Mengukur kedalaman sumur. D. Menghitung lebar pensil. E. Mengukur tebal buku. Jawab C. Mengukur kedalaman sumur. Pembahasan Fungsi jangka sorong adalah mengukur ketebalan atau diameter luar, rongga atau diameter bagian dalam, dan kedalaman suatu benda. Sayangnya, ukuran maksimum jangka sorong adalah 20 cm. Jadi, nggak mungkin bisa digunakan untuk mengukur kedalaman sumur, ya. Sehingga, jawaban yang paling tepat adalah C. Mengukur kedalaman sumur. Contoh Soal 3 Manakah alat ukur di bawah ini yang memiliki ketelitian paling baik? A. Jangka sorong. B. Mikrometer sekrup. C. Mistar. D. Penggaris. E. Semuanya sama. Jawab B. Mikrometer sekrup. Pembahasan Mikrometer sekrup merupakan alat ukur yang paling teliti dibandingkan jangka sorong dan mistar/penggaris. Tingkat ketelitian mikrometer sekrup adalah 0,001 cm, jangka sorong 0,01 cm, dan mistar 0,1 cm. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B. Mikrometer sekrup. ***** Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang pengertian, fungsi, dan cara menghitung jangka sorong? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi Fisika lainnya di video belajar Zenius. Elo juga bisa mencoba melatih kemampuan dengan level soal yang mirip UTBK beneran dengan klik link di bawah ini! Try Out Bareng Zenius Nggak hanya Try Out, Zenius juga punya banyak pilihan paket belajar yang bisa elo pilih sesuai kebutuhan lo! Klik gambar di bawah ini ya untuk pengalaman belajar yang lebih seru! Referensi Vernier Caliper — Encyclopedia Britannica. BerandaPerhatikan gambar pengukuran diameter benda dengan...PertanyaanPerhatikan gambar pengukuran diameter benda dengan menggunakan jangka sorong berikut! Hasil pengukuran yang ditunjukkan pada gambar di atas adalah ...Perhatikan gambar pengukuran diameter benda dengan menggunakan jangka sorong berikut! Hasil pengukuran yang ditunjukkan pada gambar di atas adalah ... 3,93 cm 3,94 cm 4,3 cm 4,34 cm 4,43 cm RMMahasiswa/Alumni Institut Teknologi BandungJawabanjawaban yang benar adalah B,jawaban yang benar adalah B,PembahasanPada gambarjangka sorong tersebut menunjukkanskala utama adalah 3,9 cm dan pada skala nonius . Jadi, jawaban yang benar adalah B,Pada gambar jangka sorong tersebut menunjukkan skala utama adalah 3,9 cm dan pada skala nonius . Jadi, jawaban yang benar adalah B, Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!1rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia PembahasanJangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. Ketelitian skala utama adala 0,1 cm dan ketelitian skala nonius adalah 0,01 cm. Berdasarkan gambar, diketahui nilai skala utama adalah 2,2 cm dan skala nonius menunjukkan angka 6 sehingga Hasil ukur = skala utama + skala nonius x 0,01 cm Hasil ukur = 2,2 cm + 6 x 0,01 cm Hasil ukur = 2,26 cmJangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. Ketelitian skala utama adala 0,1 cm dan ketelitian skala nonius adalah 0,01 cm. Berdasarkan gambar, diketahui nilai skala utama adalah 2,2 cm dan skala nonius menunjukkan angka 6 sehingga Hasil ukur = skala utama + skala nonius x 0,01 cm Hasil ukur = 2,2 cm + 6 x 0,01 cm Hasil ukur = 2,26 cm

perhatikan skala hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong berikut